Gelar Diskusi Perdana, Ngaji BSA “Ngulik” Dinamika Sastra Arab di Alam Virtual

Bidang Diskusi Ilmiah komunitas “Lisaniya Adabiya” melaksanakan kegiatan Ngaji BSA pada Kamis (11/5). Diskusi perdana yang mengawali rangkaian program Lisaniya Adabiya Discussion Series tersebut mengangkat topik “Sastra Arab Modern: Dinamika di Tengah Virtualitas”.

Berperan sebagai narasumber diskusi, Ighfirli Saputra membentangkan makalah yang menyoal dimensi pengarang dan pembaca dalam sastra Arab siber. Ia menjelaskan berbagai pergeseran fenomena yang cukup signifikan terjadi dalam kedua dimensi tersebut pada berbagai platform digital yang ada.

“Dalam konteks virtualitas yang menjadi latar diskusi, kita fokus kepada pengarang dan pembaca. Kita akan melihat fenomena-fenomena baru pada kedua dimensi ini yang muncul sebagai dampak dari virtualitas itu sendiri”, terang mahasiswa magister Bahasa dan Sastra Arab UIN Sunan Kalijaga tersebut.

Lebih jauh, Ighfirli menguraikan problematika anonimitas pengarang dan pembaca yang tidak dapat dikontrol dalam sastra siber. Disebabkan platform digital dapat dimanfaatkan secara leluasa oleh individu, maka karya sastra dapat dipublikasikan dan dikomentari secara anonim.

“Di berbagai media sosial contohnya, begitu banyak karya sastra Arab yang dipublikasikan secara anonim. Kita tidak pernah tahu karya tersebut milik siapa. Sementara di sisi sebaliknya, pembaca dapat pula mengomentari karya dengan menyembunyikan identitas mereka”, paparnya.

Di tengah dinamika virtualitas yang demikian, orisinalitas sebuah karya sastra menjadi sangat riskan. “Persoalan anonimitas tadi akhirnya berdampak pada orisinalitas. Muncul plagiat-plagiat yang mengklaim karya sastra tertentu di media sosial sebagai ciptaan mereka”, tutup alumni Bahasa dan Sastra Arab UIN Imam Bonjol tersebut.

Dalam tanggapannya, ketua komunitas “Lisaniya Adabiya”, Reflinaldi, menyebut materi yang disampaikan Ighfirli merupakan wawasan yang menarik. Persoalan-persoalan di seputar pembaca dan pengarang tersebut menjadi tantangan yang mesti direspon oleh akademisi sastra Arab melalui kajian.

“Masalah anonimitas dan orisinalitas yang dijelaskan pemateri tadi adalah wawasan berharga bagi kita penggelut keilmuan bahasa dan sastra Arab. Fenomena ini mestinya menginspirasi kajian-kajian, termasuk studi untuk memetakan dampak fenomena tersebut terhadap teori sastra yang ada”, ungkapnya ringkas.

Ngaji BSA edisi pertama dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom Cloud Meetings. Diskusi yang dirancang untuk membahas isu-isu terbaru dalam keilmuan bahasa dan sastra Arab tersebut dihadiri oleh mahasiswa dan dosen program studi BSA dari berbagai perguruan tinggi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top