Pasca dibentuk pada 1 April 2023, para inisiator komunitas Lisaniya Adabiya melaksanakan diskusi dan rapat secara intens. Rangkaian kegiatan yang sepenuhnya digelar secara daring tersebut ditujukan untuk membahas dan menyepakati hal-hal prinsipil dan teknis organisasi.
Terbaru, diskusi yang dilaksanakan pada hari Minggu (2/4) mengusung agenda pembahasan nilai-nilai dasar dan program kerja komunitas. Diskusi guna merumuskan haluan besar komunitas tersebut berlangsung hangat dan dinamis.
Diskusi yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam tersebut menghasilkan rumusan 4 nilai dasar: progresif; transformatif; kritis; kolaboratif. Nilai-nilai tersebut kemudian disepakati sebagai asas bagi pergerakan yang akan diterjemahkan ke dalam program kerja nantinya.
Salah seorang inisiator, Zikra Fadilla, menjelaskan bahwa nilai progresif bermakna adanya orientasi dan persepsi akademik yang senantiasa bergerak maju. Sementara nilai transformatif berhubungan dengan sensibilitas dan adaptasi di tengah dinamika keilmuan yang berkembang cepat.

“Kita menginginkan Lisaniya Adabiya ini menjadi komunitas akademik yang memiliki orientasi dan persepsi berkemajuan serta peka dan mampu beradaptasi dengan ragam dinamika keilmuan. Konsep itulah yang dimanifestasikan dalam nilai progresif dan transformatif”, papar perempuan yang kini menekuni bidang filologi tersebut.
Sementara itu, inisiator lain yang cukup vokal, Ighfirli Saputra, menambahkan pentingnya kritisisme sebagai landasan filosofis komunitas. Dalam argumen lanjutannya, ia juga menekankan prinsip kolaborasi sebagai pilar pengembangan jejaring organisasi.
“Sebagai komunitas yang fokus pada dimensi kajian, kita harus mengedepankan corak berpikir rasional yang komprehensif dan mendalam. Dari aspek eksternal, hal-hal yang demikian bisa kita wujudkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak yang relevan”, ungkapnya ringkas.
Selain 4 nilai dasar, diskusi yang ditutup menjelang dini hari tersebut juga menyepakati 4 bidang kerja: riset dan publikasi; diskusi ilmiah; pendampingan akademik; humas dan kerja sama. Bidang kerja tersebut merupakan pengejawantahan tujuan komunitas untuk mengembangkan dan mengaktualisasikan kajian bahasa dan sastra Arab.


