Lisaniya Adabiya menggelar kegiatan Diskusi Riset perdana pada Rabu (24/5). Diskusi yang dilaksanakan secara daring tersebut membahas kiat dan trik optimalisasi pencarian literatur ilmiah pada berbagai basis data riset online.
Sebagai program dari bidang Riset dan Publikasi, Diskusi Riset bertujuan menambah wawasan dan kompetensi penelitian. Kegiatan serial ini diformat dalam bentuk asistensi dalam rangka memenuhi kebutuhan pengurus komunitas dan mahasiswa dalam melaksanakan riset dan publikasi ilmiah.
Diskusi Riset menghadirkan narasumber Sefri Doni, M.Pd. yang merupakan peneliti di Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Labuhanbatu. Selain menekuni bidang teknologi pendidikan, peneliti muda tersebut juga aktif di dunia automasi perpustakaan, perpustakaan digital, jaringan komputer, dan pendampingan akreditasi jurnal ilmiah.

Dalam materi yang ia paparkan, Doni menjelaskan beberapa basis data riset skala nasional dan internasional yang memuat artikel dan buku terbitan. Di antara basis data tersebut, ada yang memberi akses secara terbuka dan ada pula yang memberlakukan sistem langganan via institusi.
“Di antara basis data riset nasional yang bisa diakses secara terbuka adalah Garuda, Neliti, dan Moraref. Sementara basis data internasional seperti Scopus, Web of Science, dan DOAJ, tidak semuanya dapat diakses secara gratis, namun mengharuskan sistem langganan melalui institusi”, jelasnya.
Kendatipun ada kendala sistem langganan pada beberapa basis data bereputasi tersebut, Doni mengatakan masih ada peluang untuk mengakses artikel melalui sumber elektronik Perpusnas. Dengan mendaftar sebagai anggota, pengguna dapat mengakses literatur digital dari berbagai penerbit luar negeri yang disediakan oleh Perpustakaan Nasional.
“Selain basis data yang disebutkan tadi, teman-teman juga dapat mengakses literatur dari beberapa penerbit luar negeri melalui Perpusnas. Dengan mendaftar sebagai anggota, teman-teman akan dapat akses sampai ke penerbit internasional yang dilanggan oleh Perpusnas”, ungkap akademisi muda yang sebelumnya juga merupakan dosen UIN Imam Bonjol tersebut.

Lebih lanjut, Doni juga menjelaskan bahwa penelusuran literatur tersebut dapat dioptimalkan melalui pemanfaatan berbagai aplikasi. Melalui fitur-fitur yang ada pada aplikasi, peneliti bahkan dapat memetakan lanskap dan tren kajian relevan dalam topik yang akan ia bahas.
“Dalam konteks kepentingan memetakan kajian terdahulu secara sistematis, pencarian literatur dapat dengan memanfaatkan aplikasi seperti Publish or Perish, Zotero atau Mendeley, dan Vosviewer. Kombinasi aplikasi ini dapat menghasilkan daftar publikasi bereputasi yang kemudian bisa kita simpan dan olah untuk memetakan lanskap dan tren kajian terdahulu”, tutupnya.
Diskusi Riset yang berlangsung selama lebih dari dua jam dilaksanakan secara terbuka dan gratis. Kegiatan diikuti oleh mahasiswa sarjana dan pascasarjana dari berbagai perguruan tinggi.
Alfikri Rausen Aditya, salah satu peserta yang merupakan mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mengungkapkan kesannya selama mengikuti diskusi. Ia mengungkapkan diskusi yang membincang keterampilan riset digital tersebut sangat bermanfaat bagi proses studi yang ia jalani.
“Dari materi yang dijelaskan oleh pemateri tadi, saya tersadar betapa keterampilan digital itu sangat penting dalam penelitian. Diskusi ini sangat membuka wawasan dan kesadaran saya secara pribadi, bahwa sebagai mahasiswa yang notabenenya akademis, begitu banyak hal yang masih harus dipelajari”, ungkap sarjana bahasa dan sastra Arab jebolan UIN Alauddin Makassar tersebut.


