Para inisiator komunitas Lisaniya Adabiya melanjutkan pembahasan tentang hal-hal prinsipil dan teknis organisasi pada Selasa (4/4). Diskusi yang dilaksanakan secara daring tersebut menghasilkan kesepakatan susunan pengurus dan logo komunitas.
Susunan pengurus terdiri atas Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan personalia pada masing-masing bidang. Diskusi yang berjalan hangat tersebut menyepakati Reflinaldi sebagai Ketua, Zikra Fadilla sebagai Sekretaris, dan Zahratul Aini sebagai Bendahara.
Bidang Riset dan Publikasi diisi oleh Annisa Khairunnisa, Eqi Safitri, dan Sindy Febrianisa. Sementara bidang Diskusi Ilmiah dipercayakan kepada Kenny Andika, Resty Syahrotul Aini, dan Jashinta Aprianti.
Pada bidang Pendampingan Akademik, terdapat nama Ighfirli Saputra, Hafid Arsyad, dan Ummul Hamidah Anshari. Sementara Erip Primadani, Husnul Khotimah, dan Elia Qotrunnada diberi amanat untuk mengisi formasi di bidang Humas dan Kerja Sama.
Selain susunan pengurus tersebut, diskusi juga menyepakati 2 orang pembina komunitas: Dr. Syofyan Hadi, S.S., M.Ag., M.A.Hu. dan Muhammad Nasir, S.S., M.A. Kedua tokoh merupakan dosen sekaligus mantan Ketua dan Sekretaris Prodi BSA UIN Imam Bonjol.
Selain menyepakati susunan pengurus, diskusi juga menghasilkan kesepakatan tentang logo komunitas. Sebelumnya, bentuk logo Lisaniya Adabiya telah dibahas sejak hari pertama komunitas dibentuk. Saran dan masukan terus diberikan hingga desain logo mengerucut kepada beberapa bentuk.
Pengurus menyepakati bentuk logo yang terdiri atas dua garis miring vertikal sama kaki yang dihubungkan oleh satu garis horisontal di bagian tengah. Secara visual, kombinasi ketiga garis tersebut merupakan gabungan huruf “L” dan “A” yang masing-masing merepresentasikan Lisāniyyāt ‘linguistik’ dan Adabiyyāt ‘kesusastraan’.
Sementara itu, di bagian bawah terdapat tulisan “Lisaniya Adabiya” yang dipayungi oleh satu garis. Citra ini menyiratkan bahwa kajian linguistik dan sastra tersebut berada di bawah satu payung keilmuan humaniora.


